Arsip untuk 20 Januari 2012

SUMBER HUKUM

Posted: 20 Januari 2012 in elhakiem
Tag:

 

 

A.    Pengertian Sumber Hukum dan Dalil

Dalam bahasa Arab, yang dimaksud dengan “Sumber”adalah Masdar, yaitu asal dari segala sesuatu. Dalam ushul fiqh kata Mashadir al-Ahkam al-Syar’iyah berarti rujukan ulama dalam menetapkan hukum Islam, yaitu al-Quran dan al-Hadits.

Sedangkan “Dalil” dari bahasa Arab, yaitu “al-dalil”, jamaknya “al-Adillah”. Adapun dalil secara etimologi berarti “suatu petunjuk yang dijadikan landasan berpikir yang benar dalam memperoleh hukum syara’ yang bersifat praktis baik yang statusnya qath’i (pasti) maupun dzanni (relatif).

 

B.     Klasifikasi Dalil

1.       Dari segi asal terbagi dua, yaitu: Pertama, Dalil naqli, yang pengambilannya langsung dari Al-Quran dan Al-Hadits. Kedua, Dalil aqli (Ar-Rayu), yaitu dalil yang berasal dari fikiran manusia  yang sehat, terlepas dari pengaruh nafsu. Dalil ini sering disebut juga dengan ijtihad.

2.       Dari segi daya cakupnya

Dari segi cakupannya dalil terbagi menjadi dua, yaitu: Pertama, Dalil Juz’i (Tafshily), yaitu dalil yang hanya menunjuk pada satu satuan hukum saja. Misalnya dalil tentang zakat pada Surat Al-Baqarah ayat 43; Kedua, Dalil kully, yaitu dalil  yang isinya mencakup banyak satuan hukum. Seperti firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 29 tentang penciptaan bumi dan segala isinya untuk manusia:

3.       Dari segi kekuatannya

Menguatkan ‘illat yang di dalamnya ditetapkan melalui munasabah (keserasian), karena isyarat Nash lebih baik daripada dugaan.

Adapun dari segi kekuatannya itu terbagi menjadi dua, yaitu:

-          Dalil qath’i, yaitu dalil yang mendatangkan keyakinan atau kepastian

-          Dalil dzanni, yaitu dalil yang mendatangkan dugaan kuat.

 

C.    Macam-macam Dalil

1.       Dalil yang disepakati dan dalil yang diperselisihkan penggunaannya

Dalam literatur Ushul Fiqh para Ulama Ushul Fiqh klasik dan kontemporer ditemukan bahwa sumber atau dalil syara’ itu selalu dikelompokkan kepada Adillah al-Ahkam al-Muttafaq ‘alaih (Dalil-dalil hukum yang disepakati) dan adillah al-Ahkam al-Mukhtalaf fiha (dali-dalil hukum yang diperselisihkan)

Adillah al-Ahkam al-Muttafaq ‘alaiha menurut mereka terdiri atas Al-Quran, As-Sunah, Ijma’ dan Qiyas. Sedangkan adillah al-Ahkam al-Mukhtalaf fiha terdiri atas al-Istihsan, Maslahah mursalah, Al-‘Urf, Madzhab sahabi, Saddu Dzara’i, Dalalah iqtiran dan S yar’u man qablana.

Penetapan Adillah al-Muttafaq ‘Alaiha tersebut menurut Abdul Wahab Khalaf didasarkan pada firman Allah Swt . dalam surat an-Nisa ayat [4] : 59. Selanjutnya beliau pun mengatakan bahwa perintah mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah mengikuti al-Quran dab as-Sunah. Sedangkan perintah mentaati Ulil Amri di antara umat Islam mengandung pengertian mengikuti hukum yang tekah disepakati para mujtahid, karena mereka adalah ulil amri dalam bidang hukum syara’.

 

2.       Rincian dalil menurut imam madzhab.

a.       Imam Hanafi; Dalam menetapkan hukum memakai dasar Al-Quran, As-Sunah, Qaul sahabat (Al-Ijma’), Qiyas, Istihsan dan ‘Urf.

b.      Imam Syafi’I; Dalam menetapkan hukum memakai dasar Al-Quran, As-Sunah, Ijma’, perkataan sahabat, Qiyas, Istidlal dan istishhab.

c.       Imam Maliki; Dalam menetapkan hukum memakai dasar Al-Quran, Sunah, tradisi masyarakat Madinah, ijma/fatwa sahabat, Qiyas, Masalahah Mursalah dan istihsan.

d.      Imam Hambali; Dalam menetapkan hukum memakai dasar Al-Quran, As-Sunah, perkataan sahabat, Hadits mursal dan qiyas.

DAFTAR PUSTAKA

 

Khalaf, Abdul Wahab, 1968,  Ilmu Ushul Fiqh, Dakwah Islamiyah Syabab, Al-Azhar.

Syafe’i, Rachmat, H. Dr. M.A., t.t. Ilmu Ushul Fiqh.

Rifa’i, Drs. t.t. Ushul Fiqh.